METODE DAN MEDIA MENGAJAR YESUS
Pada kesempatan ini penulis akan membahas bagaimana cara Yesus mengajar pada zaman-Nya.
Mari kita simak!
Dalam sebuah proses pembelajaran, seorang pengajar pastilah memiliki cara tersendiri dalan melakukan pembelajarannya. Tidak mungkin seorang guru melakukan proses pembelajaran tanpa dasar yang jelas dan tersistematis. Tentulah ada patokan-patokan yang harus dipenuhi atau dipatuhi dalam melakukan sebuah pembelajaran supaya tujuan yang diharapkan terpenuhi. Itulah sebabnya seorang guru sangat memerlukan sebuha metode dalam menyajikan pembelajaran.
Metode juga dapat dipergunakan oleh seorang pengajar sebagai jalan menuju keberhasilan dalam proses belajar-mengajar. Pemilihan metode yang tepat akan berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Sangat pentingnya penggunaan metode dalam pembelajaran membuat pengajar haruslah pintar-pintar dalam menentukan metode manakah yang sesuai dengan kondisi kelas saat mengajar.
Semakin pandai seorang pengajar dalam menentukan metode yang
akan digunakan dalam pembelajaran, maka keberhasilan yang diperoleh dalam proses
belajar mengajar semakin besar pula.
Pengertian
Metode
Kata metode (method) berasal dari bahasa Latin dan juga Yunani, methodus yang berasal dari kata (meta yang berarti sesudah atau di atas), dan kata (hodos yang berarti suatu jalan atau suatu cara). Secara harfiah berarti pengejaran pengetahuan, penyelidikan, cara penuntutan penyelidikan, atau sistem semacam itu. Dalam beberapa abad terakhir ini lebih sering berarti proses yang ditentukan untuk menyelesaikan tugas. Dalam arti lain metode adalah suatu proses atau cara sistematis yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dengan efisiensi, biasanya dalam urutan langkah-langkah tetap yang teratur.
Pengertian
Pembelajaran
Pembelajaran
memiliki makna yang berbeda dengan belajar. Pembelajaran sebagai proses belajar
yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan
kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkontruksikan
pengetahuan baru. Pembelajaran juga menjadi sebuah upaya meningkatkan
penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. Hal ini tentu berbeda dengan pengertian belajar, yang dapat
diartikan sebagai sebuah upaya untuk memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih,
berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.
Pengertian Metode
Pembelajaran
Apa yang dimaksud dengan metode
pembelajaran (learning methods)? Pengertian metode pembelajaran adalah suatu
proses penyampaian materi pendidikan kepada peserta didik yang dilakukan secara
sistematis dan teratur oleh tenaga pengajar atau guru.
Pendapat lain mengatakan, metode pembelajaran adalah suatu strategi atau taktik dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di kelas yang diaplikasikan oleh tenaga pengajar sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik.
Tujuan Mengajar
Banyak guru yang bekerja dari tahun ke tahun tanpa tujuan tertentu, kecuali menyampaikan kepada peserta didik bahan pelajaran yang diserahkan kepada mereka. Tanpa tujuan guru tidak bisa mengajar dengan baik, bahkan peserta didik yang diajar tidak akan menyukai pelajaran yang diajarkan. Oleh karena itu seorang guru harus memiliki pengajaran yang menarik dan memiliki tujuan yang benar. Dimensi tujuan seorang pengajar adalah :
1. Tujuan yang menunjuk pada perubahan, dalam segi pengetahuan dan pengertian yang sering disebut tujuan kognitif.
2. Perubahan dalam segi sikap hidup, emosi, kehendak lazim disebut afektif.
3. Perubahan dalam segi keterampilan, kecekatan berbuat, tindakan nyata umumnya disebut tujuan psikomotoris atau tujuan konatif.
Tujuan Mengajar Tuhan
Yesus
Secara khusus tujuan pengajaran yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah agar murid-murid-Nya mengenal Bapa di Sorga secara pribadi dan meyakini bahwa hanya Yesus satu-satunya jalan keselamatan serta dapat membawa orang lain kepada jalan keselamatan yang telah mereka temukan di dalam Yesus Kristus.
Perilaku kebanyakan guru dimasa sekarang sangat kontras dengan apa yang dilakukan oleh Yesus. Dalam mengajar Yesus selalu mengutamakan tujuan pembelajaran apa yang harus Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya dan kepada orang banyak. Yesus tidak mengajar semata-mata karena Ia harus mengajar tetapi Yesus mempunyai tujuan yang akan dicapai-Nya. Tujuan itu berupa pelayanan dengan tujuan membawa murid mengenal Kristus sebagai Tuhan.
Metode Mengajar
Tuhan Yesus
Dalam suatu proses belajar mengajar yang paling mempengaruhi
peserta didik dalam mengerti suatu pelajaran ialah cara atau metode yang dipakai
seorang pengajar atau guru. Memilih suatu metode juga sangat mempengaruhi
seorang murid dalam menanggap pelajaran tersebut. Seorang guru harus memilih
metode mengajar yang tepat agar mencapai tujuan yang diinginkan oleh seorang
guru tersebut. Seperti yang dikatakan oleh B.S Sidjabat: Setiap kegiatan
mengajar memerlukan metode yang tepat dan relevan untuk mencapai tujuan.
Metode juga adalah agar dapat
mewujudkan pelayanan yang menjadi tujuan dari seorang guru. Seperti yang
dikatakan oleh Homrighhausen yang dikutip oleh Nuhamara' yaitu metode adalah
suatu pelayanan dan suatu pekerjaan yang aktif yang kita lakukan untuk Tuhan
dan sesama manusia agar kedua pihak dapat bertemu satu sama lain. Artinya
bahwa metode dapat menolong peserta didik untuk benar-benar belajar
firman Tuhan.
Begitu pula dengan Yesus, ketika mengajar murid-murid dan mengajar orang banyak, Yesus selalu menggunkan metode dalam mengajar. Menurut Kenneth O.Gangel and Howard G. Hendricks dalam bukunya (The Christian Educator’s Handbook On Teaching) mengatakan “Bahkan, Yesus menggunakan beberapa metode dan tidak terikat pada satu metode saja. Dia beralih dengan sangat lembut dari yang dikenal ke yang tidak dikenal, dari yang sederhana ke hal-hal yang rumit, dari hal-hal yang konkret ke hal-hal yang abstrak. “Suatu kebebasan yang sesungguhnya, muncul dalam kemampuan metodologis-Nya dan dengan objektivitas yang cukup jelas. Yesus adalah penghibur dan pendidik. Dia menginginkan lebih dari perhatian yang besar. Dia menjanjikan untuk mengubah hidup.
Soal praktek ini bukan perkara moderen
saja tetapi Tuhan Yesus sendiri mempergunakan berbagai macam metode dalam
menyampaikan berita-Nya tentang Kerajaan Sorga. Ternyata Ia sangat berhasil sebagai seorang guru, bukan
saja disebabkan isi pengajaran-Nya tetapi juga tentang cara yang dipakai-Nya.
Yesus adalah guru kita yang ulung (Guru
Agung). Apabila kita meneliti cara Ia mengajar seperti yang kita baca dalam
Alkitab perjanjian Baru kita temui beberapa metode yang dipakai Yesus dalam
mengajar contohnya dalam kisah pencobaan dipadang gurun “cara yang dianjurkan oleh iblis sudah ditolak-Nya
tetapi segala cara yang baik dipergunakan-Nya.”
Dalam usaha menyampaiakan berita kasih
Allah Yesus memakai cara yang
berbeda-beda coba kita ingat ketika Yesus berkhotbah ditetpi pantai Galelea
Yerusalem:
·
Yesus
berulang ulang yesus memakai metode
bertanya ‘’menurut kata orang siapakh anak manusia?.... Tetapi kata kamu
siapakah Aku…? Bila mana orang bertanya kepada-Nya biasanya Ia menjawab
dengan pertanyaan lain supaya dengan cara lain Yesus dapat menyampaiakan
pengajaran-Nya dengan baik.
·
Metode
lain yang dipakai Yesus dalam menyampaikan kabar suka cita atau berita Injil
adalah “Metode bercerita Yesus sangat pandai mengunakan perumpaan dan kiasan
untuk menjelsakan pengajaran yang agak sulit dimengerti yaitu tentang Kerajaan
Allah, sorga dll. Contohnya dalam (Lukas 12:13) tentang “Orang kaya yang bodoh”
Ia memohon pada Yesus untuk menjadi hakim atas perkara warisan-Nya tetapi untuk
menjawab permohonan orang kaya itu Yesus menggunakan perumpamaan tentang bahaya
orang yang tamak.
· Yesus selain mengguanakan metode dalam menyampaiakan Injil kerajaan Allah Yesus juga mengguanakan media untuk menyampaikan berita Injil atau pengajaran-Nya seperti :sekeping unag dan bunga dipinggir jalan. Yesus dalam mengajar terkadang memberi contoh-contoh yang kongkrit dan relevan dan kontekstual. Contohnya “Yesus masuk kerumah Zakeus dan duduk makan dengan pemungut cukai. Ia memberikan kesempatan untuk anak-anak datang pada-Nya dan ketika Ia melakukan sesuatu yang kongkrit dalam mengajar yaitu dengan membasuh kaki murid-murid-Nya.
Media Mengajar
Tuhan Yesus
Media
yang dipilih atau digunakan Yesus dalam pengajaran-Nya adalah objek yang ada di
sekitar-Nya, benda-benda yang ada di alam dan bahkan juga manusia (murid
atau orang yang mendengar
pengajaran-Nya). Meski media
yang
Yesus gunakan tidak
berupa audio atau
visual teknologi seperti
yang berkembang pada masa modern ini, namun pengajaran-Nya berhasil dengan sangat
baik dan Alkitab mencatat
banyaknya perubahan yang
terjadi pada kehidupan setiap
orang yang menerima pengajaran-Nya.
1.
Yesus Menggunakan Media yang Dekat dengan Lingkungan
Pengajaran Tuhan
Yesus sangat menarik dan memiliki strategi
yang baik, metode yang variatif dan media
yang
mendukung terciptanya interaksi dan komunikasi yang baik
dengan murid-murid-Nya, sehingga murid-murid-Nya tergugah dan rasa
ingin tahunya bertambah.
Media pembelajaran yang Yesus
gunakan merupakan suatu warisan yang
dapat ditiru, sebagaimana
Yesus pun menggunakan
media pembelajaran agar
para murid-Nya mengerti
apa yang Dia sampaikan. Yesus tidak hanya memberikan
ajaran-ajaran kosong tanpa makna. Namun, lebih dari
itu, para pendengar
juga melihat contoh nyata
dari kehidupan-Nya. Seperti, Tuhan Yesus
menggunakan domba (Mat. 18:12-14 dan Luk.
15:3-7), uang (Mrk. 12:41-44,
Luk. 21:1-4), pohon
anggur (Yoh. 15:1-8), tanah
dan benih (Mat. 13:1-23), dasar bangunan (Mat. 7:24-27 dan Luk. 6:47-49), pukat
(Mat.
13:47-50), roti tidak beragi (Mat. 16:6,12), pohon ara (Luk. 13:6-7;21:29),
anak kecil (Mat. 14:13-21; Mrk. 6:32-44; Luk. 9:10-17), penabur (Mat. 13:1-23;
Mrk. 4:1-20; Luk. 8:4-15), Lalang di antara gandum (Mat. 13:24-30), biji sesawi dan ragi (Mrk. 4:30-34;
Luk. 13:18-21), domba (Mat. 18:12-24; Luk. 15:1-7), serigala (Mat. 8:18-22;
Luk. 9:57-62), gembala (Yoh. 10:1-21), pukat (Mat. 13:47-52 dan apapun yang ada di sekitar lingkungan
para pendengar-Nya untuk dijadikan bahan pengajaran. Tampaknya
Yesus menggunakan media yang dapat dilihat dengan konkrit sehingga dapat
menolong pendengar memahami pesan dengan cepat.
2.
Yesus Menggunakan Media untuk Menjawab Kebutuhan
Sebagai sosok Guru Agung, Yesus berhasil mengajarkan kebenaran Firman Allah. Yesus dapat melihat potensi yang ada dalam diri murid-murid-Nya untuk dididik dengan mengikuti teladan-Nya. Yesus menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepada-Nya, bukan dengan kalimat-kalimat yang tidak perlu, tetapi selalu dengan kalimat yang tepat dengan konsep yang jelas dan berfokus pada apa yang dibutuhkan. Yesus mengajar lewat pengalaman hidup orang yang mendengarkan-Nya dan dengan keadaan orang yang ada di hadapan-Nya, sebagian besar waktu-Nya dihabiskan bersama dengan murid-murid-Nya. Yesus selalu berada di antara mereka sehingga Ia sangat mengenal karakter mereka. Ia mendekati para pendengar yang berbeda, peduli dengan kebutuhan orang yang diajar-Nya dan Ia mengajar dengan penuh kasih serta kemurahan sebagaimana yang tampak ketika Ia menolong orang-orang yang kesulitan. Salah satu contoh ketika Yesus memberi lima ribu orang laki-laki dewasa makan sampai kenyang dengan lima roti jelai dan dua ekor ikan saja, kemudian Ia memberkati makanan itu sehingga setelah itu pun masih ada sisanya (Mat. 14:13-21; Mrk. 6:30-44;Luk. 9:10-17; Yoh. 6:1-13). Melalui media sederhana yang Yesus gunakan, kebutuhan seluruh pengikut-Nya terpenuhi baik secara rohani dan jasmani. Ini merupakan contoh istimewa yang ditinggalkan Yesus kepada setiap guru masa kini dalam pengajarannya.
3.
Yesus Memanfaatkan Bahan Yang Sederhana
Media
pembelajaran umumnya dikembangkan dari berbagai bahan mulai dari bahan
sederhana yang ada di sekitar rumah hingga
berbasis teknologi modern. Di era covid-19 ini, upaya penyampaian pembelajaran
banyak dilakukan berbasis daring memanfaatkan teknologi informasi. Secara teoritis, media merupakan perantara untuk
menyampaikan pesan.
Dalam
paparan di atas tampak bahwa Yesus adalah
guru yang menggunakan media
secara efektif. Menarik dicermati media yang Yesus gunakan
sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan
satu dari sekian
syarat yang mendukung
terciptanya suasana belajar
yang kondusif dan
mengefektifkan tujuan pembelajaran. Dengan
demikian, kriteria pemilihan
media pembelajaran sebaiknya disesuaikan
dengan tujuan, materi, karakteristik dan gaya belajar peserta didik serta kondisi
lingkungan atau fasilitas
yang dapat mendukung.
Mengenai bagian ini,
Yesus memilih dan menggunakan
media yang tidak
mewah dan tidak mahal, tetapi sederhana namun memenuhi kriteria pemilihan media
pembelajaran seperti yang disebutkan sebelumnya. Yesus menggunakan unsur-unsur yang sederhana dalam
pengajaran-Nya untuk mengajarkan tentang kebenaran rohani mengenai Ia
dan Bapa-Nya agar perhatian khalayak dapat tertuju kepada-Nya
dan dengan demikian pesan-Nya dapat dimengerti dengan baik. Penggunaan
uang sebagai penyampaian pesan menunjukkan
bahwa Yesus memanfaatkan
media yang sederhana, yang mudah dan biasa dilihat oleh
semua orang.
Dijelaskan
bahwa Yesus telah mengajar menggunakan media dengan bahan-bahan yang sederhana.
Saat Yesus mengajar tentang hal kekhawatiran, burung dan bunga di padang menjadi
media yang sederhana yang Yesus pilih untuk menyampaikan pesan-Nya
(Mat. 6:25-34). Yesus tidak memerlukan waktu
yang lama untuk mengambil burung
dan bunga tersebut sebagai media dalam pengajaran-Nya. Kedua objek tersebut ada
di lingkungan di mana ia mengajar dan di mana para pembelajar itu tinggal.
Sangat sederhana namun media tersebut menjadikan pesan
Yesus dapat dikomunikasikan dengan
baik. Melalui penggunaan media belajar yang mudah dan
sederhana, Yesus menolong
murid-murid-Nya untuk menemukan hal-hal baru dalam pengalaman belajar dan meningkatkan pemahaman mereka
kemudian terus menerus melakukan eksplorasi.
Ragamnya model dan metode bahkan media yang Yesus gunakan
dalam
pengajaran-Nya diambil dari realitas
kehidupan sehari-hari agar dapat dinikmati secara konkrit oleh para murid-Nya.
Pendekatan yang sesuai dengan status para
murid-Nya menunjukkan profesionalitas Yesus sebagai Guru, untuk membawa orang banyak datang dan
mengenal Dia sebagai Mesias Anak Allah.
Kesimpulan
Pengajaran
sungguh telah menjadi
basis kehidupan pelayanan Yesus. Dalam segala
hal Yesus telah memenuhi persyaratan
untuk menjadi seorang guru. Yesus tidak hanya sekadar
mengajar, tetapi apapun yang dilakukan-Nya adalah pengajaran. Dengan
kehidupan-Nya, Yesus memberikan teladan langsung yang terbuka dan bisa dibaca oleh
semua orang. Sebagai Guru Agung, Yesus tidak hanya sekadar lulus kualifikasi
tetapi Yesus sendiri lah logos itu.
Dia-lah pusat pengajaran dan sumber segala sumber pengetahuan dan ajaran. Perhatian Yesus tertumpah
sepenuhnya pada
pendidikan, pengajaran dan persekutuan. Hal-hal tersebut
merupakan prioritas dalam pelayanan-Nya.
Karena sesungguhnya melalui pengajaran-Nya
Ia dapat lebih memperkenalkan Allah dan kasih-Nya
kepada umat manusia. Dengan ketergantungan-Nya pada Roh Kudus, Yesus selalu
mengajar dengan maksimal dan Ia
berkomitmen menjadi teladan dalam pengajaran-Nya. Tuhan Yesus tidak
hanya mengajar dengan cara berkata kata ceramah atau khotbah tetapi dengan
kesungguhan dengan seluruh hidupnya dengan cara cara penerapan yang baik kepada
orang lain agar mereka memahami arti keselamatan bagi umat manusia.
Kita juga perlu belajar dari Tuhan Yesus tentang metode media dalam menyampaikan materi pembelajaran yang berkaitan dengan pendidkan Agama Kristen (PAK). Semoga kita semua guru PAK HEBAT terinspirasi dengan YESUS Sang Guru Agung dalam menyampaikan pengajaran-Nya dengan metode dan media yang kontekstual dan baik.
Penutup
Bagi bapak dan ibu guru PAK HEBAT yang membutuhkan inspirasi dalam mengajar bisa kunjungi saya disini.
Demikian
tulisan ini saya buat semoga bermanfaat bagi pembaca, Tuhan Yesus Sang Guru Agung
memberkati kita semua.
Syalom

Komentar
Posting Komentar