METODE DAN MEDIA MENGAJAR YESUS

Yesus sedang mengajar di bukit tentang Hal Kekhawatiran (Matius 6:25-34)

Syalom,

Pada kesempatan ini penulis akan membahas bagaimana cara Yesus mengajar pada zaman-Nya.

Mari kita simak!

 

Dalam sebuah proses pembelajaran, seorang pengajar pastilah memiliki cara tersendiri dalan melakukan pembelajarannya. Tidak mungkin seorang guru melakukan proses pembelajaran tanpa dasar yang jelas dan tersistematis. Tentulah ada patokan-patokan yang harus dipenuhi atau dipatuhi dalam melakukan sebuah pembelajaran supaya tujuan yang diharapkan terpenuhi. Itulah sebabnya seorang guru sangat memerlukan sebuha metode dalam menyajikan pembelajaran.

Metode juga dapat dipergunakan oleh seorang pengajar sebagai jalan menuju keberhasilan dalam proses belajar-mengajar. Pemilihan metode yang tepat akan berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Sangat pentingnya penggunaan metode dalam pembelajaran membuat pengajar haruslah pintar-pintar dalam menentukan metode manakah yang sesuai dengan kondisi kelas saat mengajar.

Semakin pandai seorang pengajar dalam menentukan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran, maka keberhasilan yang diperoleh dalam proses belajar mengajar semakin besar pula.

 

Pengertian Metode

Kata metode (method) berasal dari bahasa Latin dan juga Yunani, methodus yang berasal dari kata (meta yang berarti sesudah atau di atas), dan kata (hodos yang berarti suatu jalan atau suatu cara). Secara harfiah berarti pengejaran pengetahuan, penyelidikan, cara penuntutan penyelidikan, atau sistem semacam itu. Dalam beberapa abad terakhir ini lebih sering berarti proses yang ditentukan untuk menyelesaikan tugas. Dalam arti lain metode adalah suatu proses atau cara sistematis yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dengan efisiensi, biasanya dalam urutan langkah-langkah tetap yang teratur.

Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran memiliki makna yang berbeda dengan belajar. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkontruksikan pengetahuan baru. Pembelajaran juga menjadi sebuah upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. Hal ini tentu berbeda dengan pengertian belajar, yang dapat diartikan sebagai sebuah upaya untuk memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

Pengertian Metode Pembelajaran

Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran (learning methods)? Pengertian metode pembelajaran adalah suatu proses penyampaian materi pendidikan kepada peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan teratur oleh tenaga pengajar atau guru.

Pendapat lain mengatakan, metode pembelajaran adalah suatu strategi atau taktik dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di kelas yang diaplikasikan oleh tenaga pengajar sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik.

Tujuan Mengajar

Banyak guru yang bekerja dari tahun ke tahun tanpa tujuan tertentu, kecuali menyampaikan kepada peserta didik bahan pelajaran yang diserahkan kepada mereka. Tanpa tujuan guru tidak bisa mengajar dengan baik, bahkan peserta didik yang diajar tidak akan menyukai pelajaran yang diajarkan. Oleh karena itu seorang guru harus memiliki pengajaran yang menarik dan memiliki tujuan yang benar. Dimensi tujuan seorang pengajar adalah :

1. Tujuan yang menunjuk pada perubahan, dalam segi pengetahuan dan pengertian yang sering disebut tujuan kognitif.

2. Perubahan dalam segi sikap hidup, emosi, kehendak lazim disebut afektif.

3. Perubahan dalam segi keterampilan, kecekatan berbuat, tindakan nyata umumnya disebut tujuan psikomotoris atau tujuan konatif.

Tujuan Mengajar Tuhan Yesus

Secara khusus tujuan pengajaran yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah agar murid-murid-Nya mengenal Bapa di Sorga secara pribadi dan meyakini bahwa hanya Yesus satu-satunya jalan keselamatan serta dapat membawa orang lain kepada jalan keselamatan yang telah mereka temukan di dalam Yesus Kristus.

Perilaku kebanyakan guru dimasa sekarang sangat kontras dengan apa yang dilakukan oleh Yesus. Dalam mengajar Yesus selalu mengutamakan tujuan pembelajaran apa yang harus Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya dan kepada orang banyak. Yesus tidak mengajar semata-mata karena Ia harus mengajar tetapi Yesus mempunyai tujuan yang akan dicapai-Nya. Tujuan itu berupa pelayanan dengan tujuan membawa murid mengenal Kristus sebagai Tuhan.

Metode Mengajar Tuhan Yesus

            Dalam suatu proses belajar mengajar yang paling mempengaruhi peserta didik dalam mengerti suatu pelajaran ialah cara atau metode yang dipakai seorang pengajar atau guru. Memilih suatu metode juga sangat mempengaruhi seorang murid dalam menanggap pelajaran tersebut. Seorang guru harus memilih metode mengajar yang tepat agar mencapai tujuan yang diinginkan oleh seorang guru tersebut. Seperti yang dikatakan oleh B.S Sidjabat: Setiap kegiatan mengajar memerlukan metode yang tepat dan relevan untuk mencapai tujuan.

Metode juga adalah agar dapat mewujudkan pelayanan yang menjadi tujuan dari seorang guru. Seperti yang dikatakan oleh Homrighhausen yang dikutip oleh Nuhamara' yaitu metode adalah suatu pelayanan dan suatu pekerjaan yang aktif yang kita lakukan untuk Tuhan dan sesama manusia agar kedua pihak dapat bertemu satu sama lain. Artinya bahwa metode dapat menolong peserta didik untuk benar-benar belajar firman Tuhan.

Begitu pula dengan Yesus, ketika mengajar murid-murid dan mengajar orang banyak, Yesus selalu menggunkan metode dalam mengajar. Menurut Kenneth O.Gangel and Howard G. Hendricks dalam bukunya (The Christian Educator’s Handbook On Teaching) mengatakan “Bahkan, Yesus menggunakan beberapa metode dan tidak terikat pada satu metode saja. Dia beralih dengan sangat lembut dari yang dikenal ke yang tidak dikenal, dari yang sederhana ke hal-hal yang rumit, dari hal-hal yang konkret ke hal-hal yang abstrak. “Suatu kebebasan yang sesungguhnya, muncul dalam kemampuan metodologis-Nya dan dengan objektivitas yang cukup jelas. Yesus adalah penghibur dan pendidik. Dia menginginkan lebih dari perhatian yang besar. Dia menjanjikan untuk mengubah hidup.

Soal praktek ini bukan perkara moderen saja tetapi Tuhan Yesus sendiri mempergunakan berbagai macam metode dalam menyampaikan berita-Nya tentang Kerajaan Sorga. Ternyata  Ia sangat berhasil sebagai seorang guru, bukan saja disebabkan isi pengajaran-Nya tetapi juga tentang cara yang dipakai-Nya.

Yesus adalah guru kita yang ulung (Guru Agung). Apabila kita meneliti cara Ia mengajar seperti yang kita baca dalam Alkitab perjanjian Baru kita temui beberapa metode yang dipakai Yesus dalam mengajar contohnya dalam kisah pencobaan dipadang gurun “cara  yang dianjurkan oleh iblis sudah ditolak-Nya tetapi segala cara yang baik dipergunakan-Nya.”

Dalam usaha menyampaiakan berita kasih Allah  Yesus memakai cara yang berbeda-beda coba kita ingat ketika Yesus berkhotbah ditetpi pantai Galelea Yerusalem:

·         Yesus berulang ulang yesus memakai metode bertanya ‘’menurut kata orang siapakh anak manusia?.... Tetapi kata kamu siapakah Aku…? Bila mana orang bertanya kepada-Nya biasanya Ia menjawab dengan pertanyaan lain supaya dengan cara lain Yesus dapat menyampaiakan pengajaran-Nya dengan baik.

·         Metode lain yang dipakai Yesus dalam menyampaikan kabar suka cita atau berita Injil adalah “Metode bercerita Yesus sangat pandai mengunakan perumpaan dan kiasan untuk menjelsakan pengajaran yang agak sulit dimengerti yaitu tentang Kerajaan Allah, sorga dll. Contohnya dalam (Lukas 12:13) tentang “Orang kaya yang bodoh” Ia memohon pada Yesus untuk menjadi hakim atas perkara warisan-Nya tetapi untuk menjawab permohonan orang kaya itu Yesus menggunakan perumpamaan tentang bahaya orang yang tamak.

·         Yesus selain mengguanakan metode dalam menyampaiakan Injil kerajaan Allah Yesus juga mengguanakan media untuk menyampaikan berita Injil atau pengajaran-Nya seperti :sekeping unag dan bunga dipinggir jalan. Yesus dalam mengajar terkadang memberi contoh-contoh yang kongkrit dan relevan dan kontekstual. Contohnya “Yesus masuk kerumah Zakeus dan duduk makan dengan pemungut cukai. Ia memberikan kesempatan untuk anak-anak datang pada-Nya dan ketika Ia melakukan sesuatu yang kongkrit dalam mengajar yaitu dengan membasuh kaki murid-murid-Nya.

Media Mengajar Tuhan Yesus

Media yang dipilih atau digunakan Yesus dalam pengajaran-Nya adalah objek yang ada di sekitar-Nya, benda-benda yang ada di alam dan bahkan juga manusia  (murid  atau  orang  yang  mendengar  pengajaran-Nya).  Meski  media  yang  Yesus  gunakan  tidak  berupa  audio  atau  visual  teknologi  seperti  yang berkembang  pada  masa modern  ini,  namun  pengajaran-Nya  berhasil  dengan sangat  baik  dan  Alkitab  mencatat  banyaknya  perubahan  yang  terjadi  pada kehidupan setiap orang yang menerima pengajaran-Nya.

 

1.      Yesus Menggunakan Media yang Dekat dengan Lingkungan

Pengajaran  Tuhan  Yesus  sangat  menarik dan memiliki  strategi  yang  baik, metode  yang  variatif  dan  media  yang  mendukung  terciptanya interaksi  dan komunikasi  yang  baik  dengan  murid-murid-Nya, sehingga  murid-murid-Nya tergugah  dan  rasa  ingin  tahunya  bertambah.

 

Media pembelajaran yang Yesus gunakan merupakan  suatu  warisan  yang  dapat  ditiru, sebagaimana  Yesus  pun  menggunakan  media  pembelajaran  agar  para  murid-Nya  mengerti  apa  yang  Dia sampaikan. Yesus tidak hanya memberikan ajaran-ajaran kosong tanpa makna. Namun,  lebih  dari  itu,  para  pendengar  juga  melihat  contoh  nyata  dari kehidupan-Nya. Seperti, Tuhan Yesus menggunakan domba (Mat. 18:12-14 dan Luk.  15:3-7),  uang  (Mrk.  12:41-44,  Luk.  21:1-4),  pohon  anggur  (Yoh.  15:1-8), tanah dan benih (Mat. 13:1-23), dasar bangunan (Mat. 7:24-27 dan Luk. 6:47-49), pukat  (Mat.  13:47-50), roti tidak beragi (Mat. 16:6,12), pohon ara (Luk. 13:6-7;21:29), anak kecil (Mat. 14:13-21; Mrk. 6:32-44; Luk. 9:10-17), penabur (Mat. 13:1-23; Mrk. 4:1-20; Luk. 8:4-15), Lalang di antara gandum (Mat.  13:24-30), biji sesawi dan ragi (Mrk. 4:30-34; Luk. 13:18-21), domba (Mat. 18:12-24; Luk. 15:1-7), serigala (Mat. 8:18-22; Luk. 9:57-62), gembala (Yoh. 10:1-21), pukat (Mat. 13:47-52 dan  apapun  yang  ada  di  sekitar lingkungan  para  pendengar-Nya untuk dijadikan bahan pengajaran. Tampaknya Yesus menggunakan media yang dapat dilihat dengan konkrit sehingga dapat menolong pendengar memahami pesan dengan cepat.

2.      Yesus Menggunakan Media untuk Menjawab Kebutuhan 

Sebagai sosok Guru Agung, Yesus berhasil mengajarkan kebenaran  Firman Allah. Yesus dapat melihat potensi yang ada dalam diri murid-murid-Nya untuk  dididik  dengan  mengikuti  teladan-Nya.  Yesus  menjawab  setiap  pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepada-Nya, bukan dengan  kalimat-kalimat yang tidak perlu, tetapi selalu dengan kalimat yang tepat dengan konsep yang  jelas  dan  berfokus  pada  apa  yang  dibutuhkan.  Yesus  mengajar  lewat pengalaman hidup orang yang mendengarkan-Nya dan dengan keadaan orang yang  ada  di  hadapan-Nya,  sebagian besar  waktu-Nya  dihabiskan  bersama dengan  murid-murid-Nya. Yesus selalu  berada  di  antara  mereka  sehingga Ia sangat mengenal karakter mereka. Ia mendekati para pendengar yang berbeda, peduli dengan kebutuhan orang  yang  diajar-Nya  dan  Ia  mengajar  dengan penuh kasih serta kemurahan sebagaimana yang tampak ketika Ia menolong orang-orang yang kesulitan. Salah satu contoh ketika Yesus  memberi  lima  ribu  orang  laki-laki  dewasa  makan  sampai  kenyang dengan lima roti jelai dan dua ekor ikan saja, kemudian Ia memberkati makanan itu sehingga setelah itu pun masih ada sisanya (Mat. 14:13-21; Mrk. 6:30-44;Luk.  9:10-17;  Yoh.  6:1-13). Melalui  media  sederhana  yang Yesus  gunakan,  kebutuhan  seluruh  pengikut-Nya terpenuhi baik secara rohani  dan  jasmani.  Ini merupakan contoh istimewa yang ditinggalkan Yesus kepada setiap guru masa kini dalam pengajarannya.


3.      Yesus Memanfaatkan Bahan Yang Sederhana 

Media pembelajaran umumnya dikembangkan dari berbagai bahan mulai dari bahan sederhana yang ada di sekitar  rumah  hingga berbasis teknologi modern. Di era covid-19 ini, upaya penyampaian pembelajaran banyak dilakukan berbasis daring memanfaatkan teknologi informasi. Secara  teoritis, media merupakan perantara untuk menyampaikan pesan.

Dalam paparan di atas tampak bahwa  Yesus  adalah  guru  yang  menggunakan  media  secara efektif.  Menarik dicermati media yang Yesus gunakan sebagai media pembelajaran. Media  pembelajaran  merupakan  satu  dari  sekian  syarat  yang  mendukung  terciptanya  suasana  belajar  yang  kondusif  dan  mengefektifkan  tujuan pembelajaran.  Dengan  demikian,  kriteria  pemilihan  media  pembelajaran sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, materi, karakteristik dan gaya belajar peserta didik serta  kondisi  lingkungan  atau  fasilitas  yang  dapat  mendukung.

Mengenai  bagian  ini,  Yesus  memilih  dan  menggunakan  media  yang  tidak mewah dan tidak mahal, tetapi sederhana namun memenuhi kriteria pemilihan media pembelajaran seperti yang disebutkan sebelumnya. Yesus menggunakan unsur-unsur  yang  sederhana  dalam  pengajaran-Nya untuk mengajarkan tentang kebenaran rohani mengenai Ia dan Bapa-Nya agar  perhatian  khalayak dapat  tertuju  kepada-Nya  dan dengan  demikian  pesan-Nya dapat dimengerti dengan baik. Penggunaan uang sebagai penyampaian  pesan  menunjukkan  bahwa  Yesus  memanfaatkan  media  yang  sederhana, yang mudah dan biasa dilihat oleh semua orang.

Dijelaskan bahwa Yesus telah mengajar menggunakan media dengan bahan-bahan yang sederhana. Saat Yesus mengajar tentang hal kekhawatiran, burung dan bunga di  padang menjadi  media yang  sederhana  yang  Yesus  pilih  untuk  menyampaikan  pesan-Nya  (Mat.  6:25-34).  Yesus  tidak  memerlukan  waktu  yang  lama untuk mengambil burung dan bunga tersebut sebagai media dalam pengajaran-Nya. Kedua objek tersebut ada di lingkungan di mana ia mengajar dan di mana para pembelajar itu tinggal. Sangat sederhana namun media tersebut menjadikan  pesan  Yesus  dapat  dikomunikasikan  dengan  baik.  Melalui  penggunaan media belajar yang mudah dan sederhana,  Yesus menolong murid-murid-Nya untuk menemukan hal-hal baru dalam  pengalaman belajar dan meningkatkan pemahaman mereka kemudian terus menerus melakukan eksplorasi. 

Ragamnya model dan metode bahkan media yang Yesus gunakan dalam

pengajaran-Nya diambil dari realitas kehidupan sehari-hari agar dapat dinikmati secara konkrit oleh para murid-Nya. Pendekatan yang sesuai dengan status  para  murid-Nya menunjukkan profesionalitas  Yesus  sebagai  Guru, untuk membawa orang banyak datang dan mengenal Dia sebagai Mesias Anak Allah.

 

Kesimpulan

Pengajaran  sungguh  telah  menjadi  basis  kehidupan  pelayanan Yesus. Dalam  segala  hal  Yesus  telah memenuhi  persyaratan  untuk  menjadi  seorang guru. Yesus tidak hanya sekadar mengajar, tetapi apapun yang dilakukan-Nya adalah  pengajaran.  Dengan  kehidupan-Nya, Yesus memberikan  teladan  langsung yang terbuka dan bisa dibaca oleh semua orang. Sebagai Guru Agung, Yesus tidak hanya sekadar lulus kualifikasi tetapi Yesus sendiri lah logos itu. Dia-lah pusat pengajaran dan sumber segala sumber pengetahuan dan  ajaran. Perhatian  Yesus  tertumpah  sepenuhnya  pada  pendidikan,  pengajaran  dan  persekutuan.  Hal-hal  tersebut  merupakan  prioritas  dalam  pelayanan-Nya. Karena sesungguhnya melalui  pengajaran-Nya  Ia  dapat lebih memperkenalkan Allah dan kasih-Nya kepada umat manusia. Dengan ketergantungan-Nya pada Roh Kudus, Yesus selalu mengajar dengan  maksimal dan Ia berkomitmen menjadi teladan dalam pengajaran-Nya. Tuhan Yesus tidak hanya mengajar dengan cara berkata kata ceramah atau khotbah tetapi dengan kesungguhan dengan seluruh hidupnya dengan cara cara penerapan yang baik kepada orang lain agar mereka memahami arti keselamatan bagi umat manusia.

Kita juga perlu belajar dari Tuhan Yesus tentang metode media dalam menyampaikan materi pembelajaran yang berkaitan dengan pendidkan Agama Kristen (PAK). Semoga kita semua  guru PAK HEBAT terinspirasi dengan YESUS Sang Guru Agung dalam menyampaikan pengajaran-Nya dengan metode dan media yang kontekstual dan baik.


Penutup

Bagi bapak dan ibu guru PAK HEBAT yang membutuhkan inspirasi dalam mengajar bisa kunjungi saya disini

Demikian tulisan ini saya buat semoga bermanfaat bagi pembaca, Tuhan Yesus Sang Guru Agung memberkati kita semua. 


Syalom

Komentar

Postingan Populer